"Mungkin Hidup ini Singkat tapi Tulisan serta Karyaku akan Bercerita Panjang Menembus Putaran Jaman Tentang siapa aku sebenarnya.... " (AnjinkMalam58)

Senin, 11 Januari 2010

Mardy Bum



"Orang Lain Adalah Neraka"
(Jean-Paul Sartre)


Hari selasa 12 januari 2010, jam menunjukan pukul setengah tiga pagi, ditemani melody dari rotasi cd playerku, masih saja setia kutelanjangi malam ini. Sejenak kuterlarut oleh salah satu track dari band favourite ku ‘artic monkey’. Track yang berjudul Mardy Bum atau “objek penderita” yang bercerita tentang seseorang yang selalu menjadi bahan ledekan dan penindasan orang-orang disekitarnya ini seakan menjadi sebuah mesin waktu yang membawaku kembali ke berjuta memory di masa yang telah lalu. Aku teringat dimasa masa sekolah dulu, dimana selalu saja ada anak yang menjadi “pesakitan” tingkah laku anak-anak yang lain, mulai dari bahan ejekan hingga penindasan karena kekuranganny dari segi fisik, materi atau yang lainnya. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana ada seorang siswi kelas enam sekolah dasar dari salah satu daerah di negeri ini memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena merasa tidak tahan akan ledekan teman-teman sekolahnya, hanya karena ayahnya seorang penjual Bubur ayam. Dan kita juga pernah menjadi saksi bagaimana salah seorang exchange student asal korea yang membunuh rekan-rekan mahasiswanya di Virginia Tech Univesity Amerika, hanya karena selalu ditindas oleh para anak-anak yang lebih kaya dari dia dan merasa tidak tahan dengan segala kesenjangan sosial yang ada.

Lepas dari kedua hal yang saya sebutkan tadi. Bila kita berbicara realita, hal-hal seperti bullying ataupun fenomena mardy bum ini merupakan hal-hal yang sangat dekat dan bisa juga disebut tak bisa dipisahkan dari keseharian kita. tidak menutup kemungkinan, Masing-masing dari kita pernah mengalami bullying serta menjadi seorang mardi bum atau malah sebaliknya menjadi salah satu pelaku bullying serta penindas para “mardi bum” . Dimana dalam lingkungan pertemanan sering kali kita saling mengejek atau pun merendahkan orang lain dan membuat kekurangan orang lain itu sebagai bahan lawakan serta sumber tertawaan kita, tanpa memikirkan perasaan serta tekanan yang didapatkan si korban. untuk itulah mengapa saya mengambil kutipan kritik sosial Jean-Paul Sartre yang mengatakan; “orang lain adalah neraka” sebagai prolog tulisan ini. Karena bagi para mardy bum dan korban bullying, orang-orang disekeliling mereka yang mengejek serta menindas mereka, dirasakan sebagai sebuah neraka yang memberikan siksaan secara lahir dan batin yang tanpa henti hingga membuat mereka sepertinya hanya ingin mengakhiri hidup saja. Disini kita hendaknya menyadari bahwa kata serta sikap dan tingkah laku kita bisa menjadi sebuah hal yang sangat menyiksa dan menyakitkan bagi orang lain dengan atau tanpa kita sadari!!!
Apakah untuk mendapatkan hal-hal yang membuat kita berbahagia dalam canda dan tawa kita harus menyeret orang lain pada realita yang menyiksa mereka layaknya sebuah neraka? hal itu pun sampai sekarang masih sering kurenungkan di setiap kesendirian malamku sebagai sebuah rekontruksi dari diri yang jauh dari kesempurnaan ini... walau dalam berjuta keterbatasan tidak ada salahnya bagi kita untuk selalu berkaca diri dalam diam dan sepi agar sedikitnya kita bisa menghindari menjadi neraka bagi orang lain.... wassalam
(GI'Jan'10)

1 komentar: