"Mungkin Hidup ini Singkat tapi Tulisan serta Karyaku akan Bercerita Panjang Menembus Putaran Jaman Tentang siapa aku sebenarnya.... " (AnjinkMalam58)

Rabu, 30 Desember 2009

selembar catatan usang di akhir 2009



this is december...
hujan selalu menjadi sympony yang mengiringi hari demi hari di bulan ini...
mengatarkan banyak kisah di penghujung cerita akan 360 hari, 12 bulan dan 8640 jam...
beling-beling kenangan berserakan menutup sebuah periode waktu, bersiap untuk membuka lembaran dimensi baru...

banyak yang telah di lewati...

melalui berjuta puja puji dan caci maki...

derita serta bahagia hanyalah penggalan-penggalan kisah yang akan selalu datang, menyalami, lalu pergi silih berganti...

keyakinan diri melahirkan banyak kompromi serta kontroversi ketika kutapaki hitam putih kehidupan ini...

di penghujung bulan desember...
dalam temaram senja 2009, kusandarkan perahu kehidupanku di sebuah dermaga masa untuk menikmati memory-memory yang telah kulalui...
fajar akan hari baru, kutatap penuh dengan harapan untuk mengarungi kelamnya samudera kehidupan dengan resolusi akan sejuta impian...

oh sang waktu...
kapan seleloid kehidupanku ini akan berhenti berputar...
untuk kemudian disimpan dan ditayangkan dalam berjuta kenangan setiap orang yang kukenal...

tak usah menjadi sebuah legenda...

dan tak perlu juga menjadi sebuah kisah indah sepamjang masa...

biarlah kisah hidupku mengkristal apa ada nya lewat semua apa yang telah kulakukan...

jauh dari kesempurnaan...

selalu bernyawa dalam ketiadaan...

biarlah karya karyaku bercerita pajang lebar menebus putaran jaman akan kisah hidupku yang singkat ini...

(GI'DES 09)

Sabtu, 19 Desember 2009

Sepengal Rindu di Bulan Desember


dingin nya hujan di bulan desember tak bisa menjadi penawar rinduku padamu...

dalam tiap rintik hujan yang jatuh ke tanah kau akan mendengar melody rasa rinduku untukmu...

tak usah kau hiraukan suaranya karena itu hanyalah pesan dari sepenggal rasa yang tak tersampaikan...

karena bagimu aku hanyalah sebuah tetesan hujan yang tak pernah kau hiraukan..

kemanakah kau akan melangkah ditengah hujan sang bidadari malam?

tanpamu aku kesepian...
aku tersesat dan terasing dalam kegelapan...

impian lamaku akan dirimu masih kumimpikan...
berharap kau akan kembali dalam pelukan...

namun ketika kuterbangun dari mimpi-mimpiku akan dirimu...
semuanya hanyalah beling-beling kenangan yang telah berlalu...
tersapu dinginnya hujan di satu desember yang kelabu...

(GI'09)

Ode untuk Hujan


hujan sebuah keindahan alam yang terjadi ketika langit dan bumi menyamakan persepsi...

menghadirkan berjuta kepingan inspirasi melalaui renungan dan kenangan akan bahagia serta derita di kehidupan ini...

hujan kehadiranmu selalu dinantikan kala kemarau panjang...
walaupun kunjungan derasmu terkadang membawa penderitaan...

hujan basahilah keringnya jiwa kami...
tapi jangan kau hanyutkan apa yang kami miliki lewat sebuah erosi jati diri...

hujan kau kan selalu dinanti lewat puja puji serta caci maki...
silahkan kau bawa pergi mentari tapi kembalikan pada kami lewat cerah dan indahnya hari yang berlukiskan warna pelangi...

(GI'09)

Kamis, 10 Desember 2009

PROSA ORANG PINGGIRAN


kami adalah orang-orang pinggiran…
menggelandang di pinggiran jalan kehidupan yang dikelilingi tembok-tembok kemampanan…
memaknai keberadaan dalam ketiadaan…
menengguk suka duka dengan keikhlasan hingga menghangatkan jiwa…

kelamnya keadaan telah menyeret kami kedalam laknatnya comberan kotoran realita…
dimana hak kami sebagai buruh pabrik dan pekerja rumah tangga menguap hilang dalam kenyataan…
berganti bau busuk terasi konsnfirasi parodi-parodi mutualisme tirani dan kapitalis yang bersembunyi dibalik ketidak berpihakan Undang Undang tenaga kerja republk ini…

haruskah kami berdiam diri
membisu dan menutup mata atas panindasan yang terjadi…

atau mungkinkah kami harus mati ketika memperjuangkan hak kami
layak nya marsinah yang hilang tertikam gulita katidakadilan hukum di negeri ini

diantara kebisuan realita, kami bertanya…
berteriak layaknya serigala yang menentang kegelapan malam…

dalam resah kami berkeluh kesah…
dalam ketidakpastian masih kami perjuangkan kehidupan…

sepinya waktu kala sendiri…
Sambil berbaring meraih mimpi…
Menatap langit…
langit tak peduli….
Sebab esok pagi kembali…


Orang orang pnggiran akan selalu berputar dalam lingkaran…
Terjebak di semunya labirin kehidupan hingga terhempas kembali ke pinggiran...
dimana kehidupan terlukisan dalam goresan tinta- tinta kehampaan...
terpenjara oleh peraturan peraturan endapan teori teori picisan para pendukung kapitalisme dan penanam modal...

Ketika dingin menyelimuti raga ini
Kami mencoba untuk terlelap dalam gelap mendekap satu harap akan sbuah mimpi yg tak pernah didapat…
jasad pun membusuk digerogoti belatung-belatung waktu...
dimana realita keadaan hanyalah bualan dan perspektif-perspektif kebenaran adalah nama yang tertulis diatas batu nisan kehidupan...

kesabaran telah menjadi monumen kehidupan kami...
dimana penindasan dan ketidak adilan adalah keseharian...

dengan jiwa MADILOG tan malaka
hingga rentetan canon sajak-sajak wiji tukul dan ws rendra

kami orang-orang pinggiran akan terus melaju memerangi penghianatan kemajuan jaman...
tak akan mundur terdiam walaupun tertindas tirani majoritas dan terancam cengkraman cakar pasar bebas...


sepinya waktu kala sendiri…
Sambil berbaring meraih mimpi…
Menatap langit…
langit tak peduli….
Sebab esok pagi kembali…

Selasa, 08 Desember 2009

Ada Apa Dengan Dados (antara kau, dia dan antidepressant)


Perempuan pergi atas nama cinta...
meninggalkanku dalam kesendirian...
hati ini berdinding kelam dan kedinginan...
ada apa dengan dirinya...
membuatku terdiam dalam ribuan kata...
dimana raga ini tercaci keji nya realita...

Lalu sekali ini aku kembali melihat surga...
Dalam bulatan padat racun berwarna merah kuning dan jinggga...
menawarkan sebuah ilusi untuk menyembuhkan luka dihati...
bentuk histeria dari ketidakwarasan akan rasa yang bernama cinta...

apakah ini emosi yang mengalahkan logika?
membuatku lari dari kenyataan dan tersesat dalam ketidaksadaran...
lalu dimanakah aku sekarang?
berada di hutan?
belok ke pantai?
atau aku sedang berada di pasar yang hingar bingarnya membuatku penat?
namun sesaat aku merasa sepi...
dikelilingi ilusi hingga tak terdengar ayunan lonceng kesadaran diri...

apa yang harus aku lakukan...
haruskah kutelan lagi antidepressant ini...
hingga kuterbebas dari penat akan sebuah kehilangan sesuatu yang tak pernah tergenggam...
ataukah kutinggalkan saja antidepresssant...
dan kembali sadar untuk mempersiapkan diri menghadapi kelamnya kenyataan...

(GI'09)

PS: "tulisan ini aku dedikasikan kepada semua teman yang terjebak ilusi antidepressant hingga melupakan kenyataan karena merasa memiliki sesuatu yang tidak pernah tergengam dan merasa menangkap keabadian cinta yang indahnya menipu bagaikan asap yang tak pernah bisa tertangkap... tidak ada yang abadi dalam hidup ini kawan... dalam setiap perjumpaan akan selalau ada perpisahan... sebuah awal akan selalu mempertemukan kita dengan sebuah akhir... kini tinggalkan khayalan dan kembali hadapi kenyataan, jasad lamamu kurindukan kawan!!!!"

Kamis, 03 Desember 2009

prosa pembangkang realita dalam narasi sebuah negeri yang hati nuraninya telah mati



sungguh indah nya dunia yang telah pasti....
di mana norma menjadi dogma yang memutilasi setiap mimpi dan imajinasi
beribu belati fiksi serta ilusi menghujam diri ini...
membuat logika dan idealisme mati di hadapan materi dan konsumerisasi...

sungguh indah nya dunia yang yang dibangun di atas pasir popularitas…
kepercayaan didapatkan ketika berwajah tampan, berbalut kostum kemapanan dan berkata sopan…
televisi adalah kitab suci yang dipenuhi ayat-ayat iklan wahyu kapitalis…
nabi-nabi politis dan malaikat-malaikat trend yang sangat modis beraksi dan menari di atas mimbar-mimbar etalase kenyataan yang telah kelam….

Di setiap emperan jalan…
Di depan toko-toko pribumi yang berkarat dalam kebangkrutan…
Tubuh-tubuh bergeletakan…
Mendekap kehampaan di mana kemiskinan dan rasa lapar telah akrab menjadi teman…

Diantara setiap pasar tradisional yang layak bongkar…
Diantara pemukiman kumuh yang wajib untuk dibakar…
Department store tumbuh subur layaknya jamur di musim penghujan…
Ronald McDonald dan colonel dari Kentucky bertindak layaknya westerling membantai gerobak-gerobak periuk nasi pedagang kecil lewat propaganda waralaba yang siap saji…

Ku temui generasi muda negeri ini…
Terlahir dari ribuan sinar mesin fotokopi…
Dicuci otak oleh detergen produksi Hollywood di dalam mesin cuci yang berlabel 21…
Setelah tercuci bersih jiwa-jiwa muda yang basah ini pun segera dikeringkan oleh minimnya kesempatan untuk berekspresi dan mengembangkan diri…

oh...indahnya dunia yang begitu ter obsesi!!
Setiap orang ingin Menjadi paling gaya, menjadi paling kaya, menjadi paling rupawan, menjadi idola, menjadi paling dipuja dan menjadi paling berkuasa...
Semuanya Tak lebih beda dari remaja baru dewasa yg tersesat d mall dan memenuhi obsesi nya setelah menjual kesperawanan!!!

orang-orang begitu trendy hingga melupakan diriny sendiri!!!
opini yang berkembang hanyalah epigon basi!!
Membebek pada apa yang dipopulerkan televisi…
Menghakimi tanpa memahami, mencerca tanpa makna dan mengkritisi tanpa esensi...
Fashion serta life style adalah kenyaataan dalam kehidupan dimana agama dan tuhan hanyalah sebuah mode yang terlupakan...
Kini ketulusan hanyalah rasa yang kesepian karena semuanya telah seragam dalam kepalsuan...
kejujuran tak lagi diperdengarkan karena semuanya hidup dalam kebohongan...

Itulah kenyataan dari sebuah negeri dimana para bedebah tersenyum sumringah!!
Pesta dengan dosa hingga mati membusuk di neraka!!!
Pekikan merdeka hanyalah kata tanpa makna yang terucap dengan rasa takut di dalam dada??

Ketika aku miliki nurani yang kudapatkan hanya caci maki...
ketika kumiliki kejujuran hati hanya umpatan yg kudapati...
ketika aku menjadi diriku sendiri hanya hinaan dan penyangkalan yang menghantam diri ini...

Aku memilih hidup dalam dunia yang kuciptakan...
bukan dunia yang kamu dia dan mereka ciptakan untuk sebuah keseragaman...
aku ada karena beda dan karena beda aku dapat berkarya...
Bagiku 'keseragaman' adalah kaya akan keberagaman dan itulah kehidupan...

Apapun yang orang pikirkan dan katakan tentang diriku...
aku tidak seperti itu...
Persetan degan kamu, dia, kalian dan mereka!!!
Aku tidak butuh dihakimi tapi aku hanya ingin dipahami dan dihargai walaupun hanya sebagai anjing!!

hari ini Saya ingin semua orang didunia mati...
kematian adalah alat pemerata kehidupan...
tak ada lagi keinginan- keinginan yang membuat manusia merasa lebih tinggi dari yang lain...
tak ada lagi keinginan yang hanya akan membuat manusia saling menyakiti, saling iri, saling ingin menguasai dan saling menghabisi...
Semua keinginan hanya membawa kita pada ketiadaan...

Pernahkah kau memikirkan kematian ketika kau memiliki keinginan???
sapalah nuranimu kawan sblm memiliki keinginan...

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un


(GI'09)

Selasa, 01 Desember 2009

TRIVIA


this is my sense of being nothing...
were emptiness become my everything...

illusion...
confusion...
caught in crossroad of my ambition...

along the way to my cemetery...
an angel crying here with me...

i sing lullaby for my broken dream...
questioning my life beneath the wind...

Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events (Bahagia Yang Bertopeng Derita)


beberapa minggu kebelakang ketika seperti biasa aku menikmati gelap dan dinginnya malam dengan insomnia yang setia dan abadi menemani. aku memutuskan untuk menghabiskan malam itu dengan berbaring sendiri di peraduan dan memijit-mijit tombol remote tv ku secara sembarangan hehe... namun ada satu film yang mencuri perhatianku malam itu. "Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events" itulah judul dari film yang menyita perhatianku. film yang diangkat dari cerita Novel dan dibintangi oleh multitalented artist Jim carey ini becerita tentang kisah hidup tiga orang bersaudara dari keluarga Baudelaire yaitu; Violet,Klaus and the little baby sunny yang menjadi yatim piatu setelah orang tua mereka meninggal dalam kebakaran yang melanda rumah mereka. Perjalanan hidup ketiga orang bersaudara ini setelah menjadi yatim piatu tidak lah mudah mereka harus berpindah dari satu rumah kerabat ke rumah kerabat lainnya. dan selain itu mereka jg harus berusaha keluar dari cengkraman count Olaf (Jim Careys) seorang aktor jahat yang selalu mengancam nyawa mereka karena menginginkan warisan keluarga Baudelaire yang cukup besar dan hanya akan diberikan pada Violet anak tertua dari keluarga Baudelaire setelah dia berumur 18 tahun. Hari demi hari dilalui oleh Baudelaire bersaudara dengan kisah-kisah yang tidak menyenangkan, kesedihan dan tragedy telah menjadi rutinitas hidup yang harus mereka lalui. tapi dari berbagai kisah yang tidak menyenagkan serta tragedy yg menyayat hati mereka selalu menemukan sesuatu untuk mengatasi semua permasalahan yang menghinggapi mereka... ketiga bersaudara ini yakin dari setiap tragedy yg mereka lalui mereka selalu menemukan arti kebahagian dalam kehidupa yang sebenarnya lewat kebersamaan cinta dan harapan.

Satu hal yang menarik dari film ini yaitu ada sebuah pelajaran besar yang ingin disampaikan oleh Brad Silberling sang penulis. lewat film ini kita dapat belajar bahwa setiap kesulitan dan cobaan yang bertubi-tubi datang dikehidupan kita sebenarny adalah sebuah anugerah yang akan menghantarkan kita pada kebahagian dan harapan.terkadang dalam hidup kita selalu menginginkan kebahagian dan tidak menginginkan kesedihan... Tapi kita tidak bisa mengharapkan hadirny pelangi tanpa terjadinya hujan!! cerahnya hari yang berhiaskan indahnya warna pelangi hanya akan kita dapati setelah hujan dan badai kita lewati.Tidak ada yg lebih menyebalkan daripada proses dalam kehidupan namun setiap proses yang kita jalani dengan ketulusan serta kesabaran akan membawa kita pada sebuah sukses yang membahagiakan!! Ketika mengenal derita, bahagia pun akan menayapa kita. jadi mulai lah menghargai apa yang terjadi di kehidupan ini, jangan pernah berhenti untuk berproses karena kehidupan adalah pelajaran yang akan kita dapatkan ketika menjalaninya.