
02.00 dini hari menjelang pagi...
hanya ada aku
sudut kota yang kosong
dan temaram lampu jalan
kesunyiann mencumbu wajah kota ku yang semu
diantara gedung gedung tua yang nampak norak dengan hiasan sampah visual layaknya maskara yang menyakitkan mata di wajah seorang wanita paruh baya..
aku masih disini..
terdiam duduk sendiri...
di kota tempatku lahir dan berdiri hingga saat ini...
aku sedang tidak menunggu pagi...
aku sedang tidak ingin membiarkan otak kiriku berubah menjadi bioskop masa lalu yang menampilkan film usang tentang bidadari malam
ataunpun cerita dewi sang fajar yang menjemputku di ujung malam...
untuk sejenak saja aku juga sedang tak ingin membiarkan otak kiri ku menjadi sebuah toko kaset usang di ujung jalan
yang memainkan musik pertengahan dekade awal abad 21 tentang sympony indahnya bunga di pagi hari
ataupun alunan melody yang sangat nyaman akan sesuatu yg kukenal dengan nama my sunshine...
saat ini aku hanya ingin menikmati malam sebelum fajar datang menjelang..
menikmati sunyi dan gelap nya malam diantaraa temaram lampu jalan yang nampak muram berkamuflase dengan apa yang sedang kurasakan...
satu hal yang ingin ketemui saat ini diantara gelapnya malam dan kesendirian yang sedang mendekapku sangat dalam..
aku hanya ingin bertemu cahaya bintang yang nampak jujur menerangi gelapnya malam, tidak palsu seperti kamuplase temaram lampu jalan...
cahaya bintang akan selalu kutunggu kau untuk menemaniku melawati malam....
di kota yang wajahnya akan selalu semu, lengkap dengan sifatnya yang kaku
dimana banyak mimpi berakhir di pemakaman..
dan perubahan adalah tafsir yang seakan tak pernah datang menjadi kenyataan..
#cianjur23mei2016
(GI)

