
Saya kenal seorang teman wanita yang selalu resah bila bentuk tubuh dan kulit wajahnya tidak se ideal pragawati serta model-model pariwara kecantikan di televisi. Dia akan resah serta enggan pergi kuliah apabila bangun telat di pagi hari dan tidak sempat mencatok rambut keritingnya hingga lurus dan berbelah tengah atau memakai poni layak nya para selebriti. Dia akan resah bila satu hari saja terpisahkan dengan smart phonenya hingga gagal meng update status di jejaring social untuk sekedar memberikan pernyataan kalau dia lagi hangout bareng teman di karoke keluarga, kafe, tempat makan atau sekedar membuat pengumuman dia baru putus serta jadian dengan pacarnya. Dia resah klo tidak punya pacar ganteng kaya dan seorang sosialita. Dia resah kalo merasa tertinggal jaman yang selalu up to date dan trend yang terus berkembang. Terlebih Dia akan resah bila suatu hari nanti pernikahannya tanpa foto prewedingg serta pesta yang meriah lengkap dengan ritual prosesi adatnya.
Saya juga kenal seorang teman pria yang resah apabila gaya rambut, cara berpakaian hingga musik yang dia dengarkan serta hobi yang dia lakukan tidak sesuai dengan yang dilakukan orang kebanyakan dan trend yang sedang happening sekarang. Dia akan resah bila smartphone serta gadget yang dimilikinya terlihat usang dan ketinggalan jaman atau sang pacar tidak cantik langsing berkulit putih dan berambut panjang lurus berbelah tengah seperti yang diidamkan banyak orang. Dia akan resah kalo tidak bisa hangout di klub malam bareng teman walaupun tidak memiliki uang dan berbekal guest list gratisan. Terlebih dia akan resah apabila setelah lulus kuliah tidak bisa bekerja di kantoran dan hidup serba kecukupan.
Saya kenal beberapa teman yang baru lulus sekolah menengah atas yang resah kemana akan melanjutkan studinya dan jurusan apa yang akan dia ambil di masa kuliahnya. Mereka resah bila nanti sehabis lulus kuliah tidak bisa kerja di kantoran atau menjadi seorang pegawai negeri yang terasa aman dan selalu didam – idamkan.
Ya hari kemarin, hari ini, dan esok kita selalu resah dengan apa yang kita jalani dalam kehidupan ini, dimana saat ini realita Nampak begitu absurd memperkosa keyakinan kita lewat paranoia dan euphoria media. Memimpikan apa yang ditampilkan televisi, mencita-citakan apa yang di ceritakan dan dipuja puji banyak orang. Hingga kita hidup dalam sebuah kesadaran palsu akan keberhasilan dalam menjalani kehidupan yang dibangun atas hasrat untuk mendapatkan pengakuan dari setiap orang tanpa mengetahu ensensi apa yang kita lakukan secara pribadi. karena apa yang kita lakukan haruslah matematis secara materi dimana benda yang akrab ke dalam hati pun cuma jadi benda yang tiap saat bisa dipertukarkan dengan benda lain, menukar harkat menjadi harga dan martabat menjadi mamfaat. Sedangkan Pendidikan hanya membentuk kita menjadi seorang pekerja yang tunduk pada para pemodal serta menghamba pada kemapanan hingga menjadikan kita sebagai mahluk pekerja yang gemar mengkonsumsi dan membeli tanpa mengenal proses penciptaan dan mengetahui esensi dari barang yang dibeli.
Hal-hal Inilah yang seharusnya menjadi keresahan kita sebagai manusia dimana setiap harinya kita hendak dihilangkan, menjalani hidup tanpa mengetahui siapa diri kita dan dimana kita berdiri. Karena hari ini kehidupan kita telah dibentuk oleh fantasi serta ilusi-ilusi pemilik taman hiburan, entrepeneur baju dan sepatu, industri gadget, produsen makanan dan minuman, produser acara TV, pengelola jasa-jasa iklan, dan penyelenggara pendidikan.
pada masa ketika modal, persaingan, perbedaan, dan perubahan dirasakan begitu datang bertubi-tubi secara mendesak seperti sekarang ini, kita merasa dilecut dan dengan gugup serta tak sabar kita mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan diluar dunia yang kita butuhkan. Membuat kita resah akan kehidupan yang sebenarnya jauh dari ketidak pastian karena kehidupan itu sendiri adalah sebuah pilihan.
hari ini adalah hari esok yang kita resahkan di hari kemarin, kenali lah siapa diri kita sebenarnya dan dimana kita berada, maka dengan itu kita bisa menentukan tujuan hidup kita. Karena hidup bukanlah sebuah proses pencarian tapi merupakan sebuah proses penciptaan. Melihat apa yang ada diluar diri kita hanya akan membuat kita bermimpi tapi bila kita melihat apa yang ada di diri kita itu akan membuat kita terjaga.
Lewatilah masa lalu mu tanpa penyesalan, peganglah saat ini dengan keyakinan dan siapkan masa depan tanpa ketakutan.
Wake up n get the meaning from your own life…..
(GI'11)