"Mungkin Hidup ini Singkat tapi Tulisan serta Karyaku akan Bercerita Panjang Menembus Putaran Jaman Tentang siapa aku sebenarnya.... " (AnjinkMalam58)

Jumat, 16 September 2011

KURANG PAHAM


Ingin dipahami tapi tak bisa memahami…
Ingin selalu dihargai tapi tak pernah bisa menghargai..
Ingin diikuti tapi menghianati…
Ingin mensucikan tapi malah mengotori..
mencoba mencerahkan kau malah menjerumuskan…
Ingin membenarkan tapi menyalahi aturan..
Berharap beda padahal sama…
Sedikit memberi banyak meminta..
alih – alih membawa perubahan akan sebuah pemahaman…
kau membuatku menjadi kurang paham…
(GI’11)

picture courtessy of http://anneknowsbestfucktherest.tumblr.com/post/10239502781

Kamis, 26 Mei 2011

26 mei


hari ini masih kutatap pria didepan ku dengan tatapan takjub dan penuh penghormatan...

sinar matanya masih memancarkan cinta yang terwujud dalam ketegasan sikap akan sebuah tanggung jawab...

hari ini mungkin perjalanan pria perkasa didapanku telah lebih dari ribuan kilo...

namun dalam senyum akan sebuah ketulusan dia terlihat masih berdiri tegak untuk melangkah ribuan mil lagi menuju masa depan...

bukan hanya masa depan akan dirinya tapi masa depan orang-orang yang dicintainya...

kejujuran sikapnya memebuatku menapak diatas tanah...

ketulusannya membuatku menunduk untuk melihat kebawah..

namun cinta serta doa nya selalu membuaku kuat untuk berdiri tgak dalam hitam putihnya kehidupan..

hari ini pria di depanku ini masih memandangku sama persis ketika dia memandangku dalam pangkuanny 30 tahun yang lalu...

sebuah pandangan yang mengisahkan siapa aku sekarang....

banyak hal yang telah kepelajari dari kehidupan tapi tak sebanyak apa yang kudapatkan dari pria yang ada dihadapanku sekarang...

darinya kudapatkan kekuatan..

darinya kudapatkan apa yang disebut kehidupan...

aku adalah aku tapi aku tak akan berarti tanpa dia ada didalam kehidupanku...

dari ku hanya untukmu..

happy birthday my dad...

(GI'11)

Jumat, 13 Mei 2011

one in a million


07.55 pm…
“Tuan, lima menit lagi pertujunkan nya akan segera dimulai “ penjaga gedung pertunjukan itu kembali menyapaku yang entah untuk keberapa kalinya,, dari pertama aku berdiri di depan gedung pertunjukan ini dia terus memusatkan pandangannya kepadaku yang terpisah dari antrian para penonton yg begitu antusias berbondong bondong masuk ke gedung pertunjukan itu, dengan mengucapkan kalimat yang sama “tuan pertunjukannya akan segera dimulai”. mungkin dia ingin tahu apakah aku akan membeli ticket untuk menonton pertunjukan yang banyak dipergunjingkkan oleh setiap orang di kota ini, sebuah pertujukan yang dimainkan oleh para pesohor –pesohor negeri yang sering dipuja puji banyak orang dan konon pertujukannya dinanti setiap orang dan banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan.

sambil menyalakan rokok dan melempar senyum aku pun menjawab “ ngga pa saya cuman kebetulan lewat sini.” “iya udah sekalian aja beli tiket dan nonton pertujukannya, nanti nyesel loh tuan, ga sempet nonton pertunjukannya, hampir setiap orang tidak mau ketinggalan untuk menonton pertunjukan ini.” Sambung penjaga gedung”. “tidak apa-apa saya memilih menjadi satu daripada seribu”. Jawabku sambil pergi meninggalkannya yang masih menatapku dengan heran.

(GI'11)

Rabu, 11 Mei 2011

OBROLAN DUA ORANG TEMAN


kemarin setelah istirahat makan siang seperti biasa, secara tidak sengaja saya terjebak diantara obrolan dua orang teman kantor yang lumayan cukup menarik bagi seorang bujangan out of date yang belum berkeluarga seperti saya hehe..

Kedua teman kerja ini Nampak begitu sengit beradu argument tentang pendidikan dan masa depan buah hati mereka yang masih kecil. Teman kerja yang pertama begitu yakin bahwa masa depan anaknya akan cerah dan ideal apabila semenjak dini dia sudah menkonsentrasikan anaknya di bidang pendidikan formal dan menjuruskannya ke pendidikan tinggi yang ada ikatan dinasnya dan menjamin jadi pegawai negeri, “pokona anak saya mah ku saya erek diawasi terus sakola na di push supaya engke bisa neruskeun pendidikan geus sma di sakola nu aya ikatan dinas jeung bisa ngajamin bisa gawe jadi pagawe negeri ameh tenang”. Begitu kira – kira kutipan obrolan dari teman yang pertama. Teman yang kedua punya pandangan berbeda dengan teman saya yang pertama, dia tidak begitu percaya dengan pendidikan formal dan dia tidak berminat untuk menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi, menurut dia sampai masuk sekolah menengah kejuruan saja anaknya sudah cukup karena dia lebih percaya pendidikan dari sebuah pengalaman kehidupan daripada pendidikan formal. “akh saya mah teu kitu, anak saya mah moal dititah sakola luhur-luhur cukup asup SMK , keun we jang pagawean mah sina diajar tina pangalaman soalna ayeuna mah loba sarjana ngangur, saya oge bisa gawe modal tina pangalaman lain ti sakola anu luhur.” Begitu argument dari teman saya yang kedua.

Menyimak obrolan kedua teman tadi, membuat saya berpikir-pikir bagaimana bila punya anak nanti, rencana seperti apa yang saya siapkan serta pendidikan seperti apa yang akan diberikan. Memikirkan hal ini mengingatkan saya akan sebuah cerita yang waktu masa kuliah dulu tidak sengaja saya dengar di salah satu station radio. Ceritanya mengisahkan tentang seekor anak burung yang masih bayi terjatuh dari sarang diatas pohon ketika sang induk sedang mencari makan. Secara tidak sengaja anak burung yang jatuh ketanah ini ditemukan oleh seekor induk ayam, yang kemudian memungutnya dan membesarkan anak burung tersebut layaknya seekor anak ayam. Waktu pun berlalu dan anak burung yang terjatuh itu pun tak pernah bertemu induknya, disaat sodara –sodaranya yang lain telah tumbuh berkembang mengepakan sayap untuk terbang tinggi sebagai burung, dia yang dibesarkan oleh seekor induk ayam tumbuh berkembang layaknya seekor ayam yang setiap harinya berjalan dan mematuk untuk mencari makan, tanpa mampu mengepakan sayapnya untuk terbang tinggi sesuai jati dirinya sebagai burung. Dan si anak burung ini pun akhirnya mati sebagai ayam yang hanya bisa berjalan dan mematuk untuk mencari makan.

Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa sebenarnya kita tidak tahu kemampuan apa yang anak kita miliki dan akan jadi apa anak kita nanti, bisa saja anak kita itu adalah seorang diplomat yang terlahir dengan ayah yang pegawai negeri atau mungkin juga anak kita itu seorang seniman yang terlahir dari ayah yang seorang dokter. Setiap anak terlahir dengan bakat dan jati dirinya masing – masing yang terkadang beda dengan kita sebagai oarng tuanya, karena anak adalah sebuah titipan dari sang pencipta, kita sebagai orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik dan membesarkannya tapi bukan untuk menjadikannya apa yang kita inginkan dan cita –citakan melainkan mendidik dan membesarkanya untuk kita bimbing menciptakan dunia yang sesuai dengan potensi yang ada di dalam dirinya. Jangan sampai anak kita itu menjadi seekor anak burung yang tidak bisa terbang dan hidup sebagai ayam karena tumbuh besar di keluarga ayam, biarlah dia menetukan pilihan dalam hidupnya untuk menjadi apa sesuai dengan yang dia miliki di dalam dirinya, karena hidup adalah sebuah pilihan bukan? memang dalam hidup ini ada pilihan yg telah di tentukan seperti kelahiran, jodoh dan kematian tapi dlm itu semua kita juga diberikan pilihan untuk menentukan cara bagaimana menjalaninya.

Jadi mungkin nanti saya akan memebesarkan anak sdengan membimbingnya untuk menciptakan kehidupan yang ideal sesuai dengan jati diri dan potensi yang dia miliki, baik melalui pendidikan formal ataupun belajar melalui pengalamannya.

karena ketika kita mencintai satu hal dalam hidup kita, maka kita meyakini hal itu baik dan benar bagi kita. Namun itu tidak berarti bahwa yang baik dan benar
untuk kita juga selalu baik dan benar untuk orang lain yang punya riwayat-hidup yang lain, dengan watak-watak yang lain, dan dengan kesulitan atau masalah pribadi mereka yang lain pula dari kita. walaupun itu anak kita sendiri.

(GI'11)

Kamis, 05 Mei 2011

kontradiksi


Tertawa ketika seluruh dunia menangis...
Menangis ketika seluruh dunia tertawa...
Mati dalam sesuatu yg hidup...
Hidup dalam sesuatu yg mati...
Menjalani tanpa pola pikir imitasi...
Menjadi tanpa perlu basi...

(GI'11)

Selasa, 03 Mei 2011

DBH (dead by homosexuals)


DBH stand for Dead By Homosexuals adalah project band hardcore hip-hop yang saya bentuk pada tahun 2000 silam namun karena berbagai hal band ini cukup lama vakum. Baru setelah saya menemukan partner in crime yang baru dalam berekspresi di diri pay "checko", kami berdua coba menghidupkan kembali project yang tertunda selama hampir 10 tahun ini, dan di awal tahun 2010 lalu Dead by homosekuals kembali menawarkan satu warna dalam bermusik dimana menjadi beda bukanlah sesuatu yang hina dan kami tidak mau mati dalam keseragaman tanpa makna, karena dunia ini akan nampak indah dengan semua keberagamannya.

we are DBH The Horrible Rhyme Thriller Hardcore Hip hop Band from Cianjur, West Java - Indonesia













The dead's parties are:
Fahry Paycheko AKA La Cheko - MC




Rully Moreno AKA Nightdog - MC n Rhyme Shouter





contact person: +628562226250
- u got the gigs we got the rhyme -

ini adalah video dARI salah satu single di EP kami yang akan segera hadir this titled "hope against Losers

Sabtu, 30 April 2011

RESAH



Saya kenal seorang teman wanita yang selalu resah bila bentuk tubuh dan kulit wajahnya tidak se ideal pragawati serta model-model pariwara kecantikan di televisi. Dia akan resah serta enggan pergi kuliah apabila bangun telat di pagi hari dan tidak sempat mencatok rambut keritingnya hingga lurus dan berbelah tengah atau memakai poni layak nya para selebriti. Dia akan resah bila satu hari saja terpisahkan dengan smart phonenya hingga gagal meng update status di jejaring social untuk sekedar memberikan pernyataan kalau dia lagi hangout bareng teman di karoke keluarga, kafe, tempat makan atau sekedar membuat pengumuman dia baru putus serta jadian dengan pacarnya. Dia resah klo tidak punya pacar ganteng kaya dan seorang sosialita. Dia resah kalo merasa tertinggal jaman yang selalu up to date dan trend yang terus berkembang. Terlebih Dia akan resah bila suatu hari nanti pernikahannya tanpa foto prewedingg serta pesta yang meriah lengkap dengan ritual prosesi adatnya.

Saya juga kenal seorang teman pria yang resah apabila gaya rambut, cara berpakaian hingga musik yang dia dengarkan serta hobi yang dia lakukan tidak sesuai dengan yang dilakukan orang kebanyakan dan trend yang sedang happening sekarang. Dia akan resah bila smartphone serta gadget yang dimilikinya terlihat usang dan ketinggalan jaman atau sang pacar tidak cantik langsing berkulit putih dan berambut panjang lurus berbelah tengah seperti yang diidamkan banyak orang. Dia akan resah kalo tidak bisa hangout di klub malam bareng teman walaupun tidak memiliki uang dan berbekal guest list gratisan. Terlebih dia akan resah apabila setelah lulus kuliah tidak bisa bekerja di kantoran dan hidup serba kecukupan.

Saya kenal beberapa teman yang baru lulus sekolah menengah atas yang resah kemana akan melanjutkan studinya dan jurusan apa yang akan dia ambil di masa kuliahnya. Mereka resah bila nanti sehabis lulus kuliah tidak bisa kerja di kantoran atau menjadi seorang pegawai negeri yang terasa aman dan selalu didam – idamkan.

Ya hari kemarin, hari ini, dan esok kita selalu resah dengan apa yang kita jalani dalam kehidupan ini, dimana saat ini realita Nampak begitu absurd memperkosa keyakinan kita lewat paranoia dan euphoria media. Memimpikan apa yang ditampilkan televisi, mencita-citakan apa yang di ceritakan dan dipuja puji banyak orang. Hingga kita hidup dalam sebuah kesadaran palsu akan keberhasilan dalam menjalani kehidupan yang dibangun atas hasrat untuk mendapatkan pengakuan dari setiap orang tanpa mengetahu ensensi apa yang kita lakukan secara pribadi. karena apa yang kita lakukan haruslah matematis secara materi dimana benda yang akrab ke dalam hati pun cuma jadi benda yang tiap saat bisa dipertukarkan dengan benda lain, menukar harkat menjadi harga dan martabat menjadi mamfaat. Sedangkan Pendidikan hanya membentuk kita menjadi seorang pekerja yang tunduk pada para pemodal serta menghamba pada kemapanan hingga menjadikan kita sebagai mahluk pekerja yang gemar mengkonsumsi dan membeli tanpa mengenal proses penciptaan dan mengetahui esensi dari barang yang dibeli.

Hal-hal Inilah yang seharusnya menjadi keresahan kita sebagai manusia dimana setiap harinya kita hendak dihilangkan, menjalani hidup tanpa mengetahui siapa diri kita dan dimana kita berdiri. Karena hari ini kehidupan kita telah dibentuk oleh fantasi serta ilusi-ilusi pemilik taman hiburan, entrepeneur baju dan sepatu, industri gadget, produsen makanan dan minuman, produser acara TV, pengelola jasa-jasa iklan, dan penyelenggara pendidikan.

pada masa ketika modal, persaingan, perbedaan, dan perubahan dirasakan begitu datang bertubi-tubi secara mendesak seperti sekarang ini, kita merasa dilecut dan dengan gugup serta tak sabar kita mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan diluar dunia yang kita butuhkan. Membuat kita resah akan kehidupan yang sebenarnya jauh dari ketidak pastian karena kehidupan itu sendiri adalah sebuah pilihan.

hari ini adalah hari esok yang kita resahkan di hari kemarin, kenali lah siapa diri kita sebenarnya dan dimana kita berada, maka dengan itu kita bisa menentukan tujuan hidup kita. Karena hidup bukanlah sebuah proses pencarian tapi merupakan sebuah proses penciptaan. Melihat apa yang ada diluar diri kita hanya akan membuat kita bermimpi tapi bila kita melihat apa yang ada di diri kita itu akan membuat kita terjaga.
Lewatilah masa lalu mu tanpa penyesalan, peganglah saat ini dengan keyakinan dan siapkan masa depan tanpa ketakutan.

Wake up n get the meaning from your own life…..



(GI'11)

Selasa, 01 Februari 2011



i remember when the first time i saw you and meet you in the silly situation...
i came home and take a pen to write my feeling...
so someday in the place without time n space if we meet again, i will show u what i been written that day n what i fell for u form the first moment i saw u until now...

maybe this seven words will explain all of that; H O N E S T Y


(GI)

Senin, 31 Januari 2011



masa lalu bisa menjadi hal yang menakutkan (trauma)...
dan bisa menjadi sebuah pelajaran (pengalaman)...
akan tetapi terlepas dari dua hal tersebut...
masa lalu adalah tempat dimana kita berhenti berharap kalau hari kemarin akan
berjalan sesuai dengan yang kita harapkan karena dia hanya akan menjadi cermin kita di hari ini dalam menatap masa depan...


(GI)

dalam hidup ini mungkin sang waktu selalu berjalan tiada henti...
tapi ada saatny bagi kita menempatkan diri ini pada sebuah perhentian..
dimana kita berhenti untuk menangisi masa lalu, berhenti meratapi hari ini dan berhenti
memikirkan apa yg akan trjdi di esok hari...
terkadang keindahan hidup itu bersembunyi disela-sela detik kehidupan dan mungkin kita akan melewatkannya bila kita tidak sejenak saja berhenti untuk sekedar menikmatinya...


(GI)

seseorang pernah berkata pada saya tak apa bila kau gagal menjadi seorang pemimpin, gagal menjadi seorang pemenang dan gagal dalam menjalin sebuah hubungan.. tapi janganlah kau gagal menjadi seorang manusia... karena keberhasilan menjadi seorang pemimpin, pemenang atau pun menjalin sebuah hubungan terkadang diawali oleh sebuah kebohongan...


(GI)

Senin, 24 Januari 2011

Perhaps someday…


Perhaps someday…

you and me will meet again…

In the street that have no name…

Flirting n have a romantic meeting in the bus…

Where there’s nobody just the two of us…



Perhaps someday…

You and me will be lovers till dead…

Just like sid and nancy…

A perfect couple in anarchy..



Perhaps someday…

There will be another day…

Where love just like sunset and sunrise in our life…


(GI'11)

Jumat, 21 Januari 2011

SOMEWHERE



Ada satu tempat bagi kita…

Begitu terbuka penuh kedamaian dan kebersamaan…

Menunggu kita dalam satu waktu…



Waktu untuk bersama..

Saling memahami dan menghargai…

Dimana masing –masing kita bisa bebas menjadi diri sendiri…

Lepas dari semua ambisi dan kepentingan..

Hanya ada kita cinta dan ketulusan dalam ketiadaan…



Tapi tempat itu seakan terlupakan…

terlupakan oleh realita yang telah menjadi biaya..

menagih kehidupan dalam berbagai kepentingan yang tak pernah terpuaskan



mungkin disuatu waktu tempat itu akan kembali kita temukan…

suatu waktu dimana hanya kita yang tahu..


(GI'11)