
beberapa hari yang lalu ada seorang sahabat wanita saya bercerita tentang kesedihan nya. bercerita bagaimana untuk ke sekian kali nya perjalanan cinta dia harus kembali kandas. "om tahu ngga??? gila yah tuh cwo gw, cakep sih iya, keren sih boleh n famous juga lah tapi kelakuannya itu loh udah banyak minta nya banyak pula selingkuhan nya, a***nk mang tuh cwo". "kenapa sich setiap gw pny cwo, gw mesti aja ditemuin ama cwo2 brengsek kaya gitu, ga tahu deh, udah berapa kali gw jatuh di pelukan cowok-cowok kaya gitu."
berbeda dengan sahabat cewe saya yang tadi, salah satu sahabat pria saya juga datang dengan keluhan serupa tapi tak sama."wuuiiy om tahu ngga cewek yang kemaren gw cerita, yang kata gw cantik, manis, alim plus smart pula... eh tahu nya just another players om." "setiap cwo yang ganteng, tajir n famous dia kejar cuman buat dia jerat lewat kata; ya say miss u too, love you babe, take care ya t**k kucing!!! semuanya dilakuin cuman untuk kepuasan pribadi dia, cuman bwt menuhi materi dia dan existensi dia jadi sosialita!!! bener-bener i***s b****a tuh cewe". "kenapa ya om tiap- tiap gw pengen setled n setia ma satu cewe eh yang ada gw malah ketemunya ma cewek kaya gitu lagi."
Dua buah curhatan yang serupa tapi tak sama dari dua sisi yang berbeda dan berakhir dengan pertanyaan yang sama pula. sesuatu yang untuk sesaat bikin gue ngelongo kaya sapi bego... diikuti senyum getir dan gelengan kepala gue keluarin jawaban yang sama buat kedua orang sahabat gue itu." my friend sebenernya gue juga ngga yakin dengan jawaban gue ini tapi karena loe udah datang kesini jauh-jauh buat sharing masalah lo ama om, ya om mesti hargain itu dengan jadi good listener n beri sedikit jawaban dari sekian banyak ketida tahuan om." "ya kalo kata om sih naif juga kalo harus nyalahin pasangan kalian masing-masing karena gagalnya hubungan kalian." "kalian bolehlah mencaci mantan-mantan kalian itu cowok tampan tapi playboy dengan rayuan bau tengik terasi ato cewek cantik tapi ucapan manisnya hanya berbau bensin dan datang ketika diberikan materi." "lepas dari itu ada baiknya kita sedikit peka untuk mengenali siapa sebenarnya diri kita, mengapa dalam menjalani sebuah hubungan kita selalu jatuh di lubang yang sama???" "hal yang mesti kita tanya kepada diri kita apa sih yang sebenarnya kita cari dari seorang cewek ato cowok untuk kita jadikan pilihan dalam menjalin sebuah hubungan? karena persfektif kita dalam menentukan pilihan itu yang nantinya akan menentukan bagaimana hubungan kita kedepannya..." "artinya kalo kita memilih cowok dan cewek yang akan kita jadikan pacar ato pasangan kita itu berdasarkan fisik and material semata ya tidak menutup kemungkinan nantinya hubungan yang kita jalani tak akan lepas dari hubungan yang mengetengahkan fisik n materi semata... artinya dikala kita menemukan sesuatu yang lebih maka kita pun akan berpaling dan nantinya hanya kan jadi pertunjukan superego masing-masing kalian saja... dan ini juga bukan sesuatu yang salah bila kalian memilih perspektif seperti ini, hidup kan pilihan dan setiap pilihan ada konsekuensinya ya kalo kalian siap dengan konsekuensinya seperti yg om bilang tadi ya silahkan hehe..." " ato kalian memilih persfektif memilih pacar ato pasangan itu untuk mencari seseorang yang bisa memahami dan melengkapi berdasarkan rasa yang bernama cinta dan mengesampingkan yang namanya fisik and material, y silahkan bebas-bebas saja asalkan kalian siap dengan konsekuensi dari pilihan kalian." hidup ini pilihan my friend dan setiap pilihan itu memiliki kelebihan kekuranngan dan kemungkinan, terlebih kemungkinan terburuk yg harus kita kenali supaya bisa kita antisipasi bila itu terjadi." "jadi stop cursing anyone and everything mulailah membangun persfektif sesuai yang kalian butuhkan dan inginkan dalam menjalani kehidupan kawan..."
" your life is in your hand cause you are the only one who know better about your own life not any 0ne else, so knows beter and think several time before u make a decicion in your life"
(GI"JAN'10)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar