
Kita berada dalam satu atap...
Berdampingan melewati berjuta pemakaman dan pertunjukan
Tertawa dalam hal yang sama...
Menagis dalam tangisan yang sama....
Ketika rahasia ada untuk tersimpan...
Dongeng pun hadir untuk kita ceritakan..
realita ada untuk kita cibir dan ludahi dengan makian serta ejekan...
Kau mulai pikirkan libido mu ketika kau temukan kita berada dalam satu pertunjukan tarian telanjang dan sajian persenggaman masal yang memuakan...
Kau pun terlena dalam nikmatnya hisapan jempol seorang balita...
Menengguk bahagia dalam tawa,
lewat tadahan ludah kemunafikan....
Terbang kesana kemari menghinggapi busuknya kotoran untuk kau jilati...
Layaknya lalat pasar yang menari dan berdansa dalam kebusukan...
Mungkin kita berada satu atap ...
tapi kau tinggalkan nurani mu di kloset kawan...
kau panjang wajah mu di depan jendela dalam temaram lampu kepalsuan,
hingga kau tertidur dalam lelucon yang kau tujukan untuk orang yang hanya refleksi diri dari cermin kehampaanmu kawan.....


