
http://ngawangkongcianjur.blogspot.com
Beberapa waktu lalu, ketika sedang browsing saya menemukan beberapa highlight tulisan dari buku yang berjudul Pangeran Kecil ( little prince) karya seorang penulis dan pilot berkebangsaan perancis bernama Antoine de Saint-Exupery. Sebuah buku fable anak-anak yang sangat syarat dengan pesan bermaamfaat bukan hanya untuk anak- anak tapi juga kita sebagai orang dewasa. Ada salah satu dialog dari buku ini yang sangat berkesan buat saya pribadi, yaitu ketika sang pangeran kecil (tokoh utama) yang hidup di planet yang kecil ini berkunjung ke bumi dan bertemu seekor rubah. Berikut adalah dialog tersebut;
“ selamat siang “, sapa si Rubah.
“ selamat siang “, jawab Pangeran Kecil sopan, mendongak tapi tidak melihat apa-apa.
“ aku disini”, kata suara itu, “ di bawah pohon apel “
“ siapa kau? “ tanya Pangeran Kecil, “ kau cantik sekali “.
“ aku Rubah “ jawab si Rubah.
“ kemarilah dan bermain denganku”, Pangeran Kecil mengusulkan “ aku sedang sedih sekali….”
“ aku tidak bisa bermain denganmu “ kata si Rubah “ belum ada yang menjinakkan aku “.
“ apa artinya ‘menjinakkan’? “ tanya Pangeran Kecil.
“ sesuatu yang sering diabaikan, “ kata si Rubah. “ artinya ‘menciptakan ikatan’ “.
“ menciptakan ikatan? “.
“ tepat “, kata si Rubah. “ bagiku, kau sekarang hanyalah seorang anak laki-laki kecil, sama seperti seratus ribu anak laki-laki lainnya. Dan aku hanyalah seekor rubah seperti seratus ribu rubah lainnya. Tetapi jika kau menjinakkanku, kita saling membutuhkan. Bagiku, kau akan unik di dunia ini. Bagimu, aku akan unik di dunia ini “.
“ aku mulai mengerti, “ kata Pangeran Kecil. “ aku kenal setangkai bunga…kurasa dia telah menjinakkanku….”
Setelah menyimak dialog tersebut saya jadi teringat dengan apa yang telah dilakukan oleh kawan-kawan saya di Forum Ngawangkong Cianjur yang merupakan sebuah forum diskusi dan apresiasi antar komunitas kreatif di Cianjur. Satu hal yang mengingatkan saya dari dialog tersebut dengan Forum Ngawangkong yaitu ketika sang rubah berkata pada sang pangeran; “ bagiku, kau sekarang hanyalah seorang anak laki-laki kecil, sama seperti seratus ribu anak laki-laki lainnya. Dan aku hanyalah seekor rubah seperti seratus ribu rubah lainnya. Tetapi jika kau menjinakkanku, kita saling membutuhkan. Bagiku, kau akan unik di dunia ini. Bagimu, aku akan unik di dunia ini “. Sebenarnya inilah yang hendak dan sedang dilakukan kawan –kawan ngawangkong di kota tercintanya cianjur. Dimana mereka coba menjalin ikatan satu sama lain antar komunitas kreatif muda lewat komunikasi baik itu dalam bentuk diskusi maupun dalam apresiasi bahasa karya, rasa serta rupa dari masing-masing potensi yang di miliki para komunitas kreatif tersebut, sehingga antar komunitas kreatif di kota cianjur ini dapat saling mengikat dalam sebuah simbiosis mutualisme dimana masing- masing menjadi saling membutuhkan dan meninggalkan kesan yang mendalam tidak hanya bagi mereka masing-masing baik secara individu dan komunitas tetapi juga bagi kota Cianjur itu sendiri secara keseluruhan. Karena dengan kondusifnya iklim kreatif dan produktif yang terjalin diantara para komunitas kreatif mudanya yang merupakan para penanda jaman maka secara tidak langsung akan membawa kota Cianjur menjadi kota yang lebih kreatif serta produktif ke depannya. Oleh karena itu marilah teman-teman semua khususnya yang berada dan berasal dari kota kita tercinta Cianjur untuk saling “menjinakan” dalam sebuah ikatan di forum kecil ngawangkong ini agar kita dapat saling membutuhkan dan berintraksi secara kreatif dan kondusif sehingga dapat memberikan sesuatu yang besar bagi kota kita tercinta Cianjur. Karena sesuatu yang besar itu berawal dari sesuatu yang kecil. Sekali lagi marilah kita saling mengenal, berteman, berdialektika dan berkarya bersama. “Karena kau, aku, dia, kalian dan mereka sejajar dengan kota Cianjur!!!”
Maju terus ngawangkong dan cianjur!!!!!!
(Agustus 2010, tulisan ringan sang anjing malam)

