
Early November ‘30, 2009, 01.03 am in the morning; seperti biasa insomnia ini masih setia saja menemani ku menikmati malam yang telah beranjak menuju pagi. Mencoba untuk membunuh sepi, kucoba menyalakan televisi, hal yg telah lama tak kulakukan hehe... sesaat setelah kunyalakan televisi ku ada tayangan yang langsung menyita perhatian ku hingga dua jam ke depan, shitt man !!! theres 'lords of dogtown' movie in tv. salah satu film yang tidak pernah membuat ku bosan walau telah puluhan kali ku saksikan, its always be my favourite movie that I cannot miss to watch wherever and whenever it played man!!! I like this movie because it’s based on true story tentang sejarah perkembangan skateboard yang awalnya hanya sekedar hobi, olahraga serta budaya anak muda hingga berubah menjadi sebuah industri. Lebih dari itu banyak sekali fakta dari film ini yang begitu dekat dengan keseharian kita yang dapat dijadikan sebuah pelajaran, khusus nya bagi anak muda yang sedang mencari jati diri.
Secara keseluruhan Lords of dogtown bercerita tentang kehidupan sekelompok anak muda dari daerah kumuh di pinggiran pesisir pantai barat California pada periode tahun 70-an. Seperti halnya anak muda yang tinggal di daerah pesisir pantai, mereka banyak menghabiskan waktunya dengan surf all day and party all night. Selain itu mereka juga mempunyai hobi lain yaitu bermain skateboard (pada waktu itu belum begitu populer layak nya surfing) untuk mengisi waktu ketika ombak pantai dirasakan tidak begitu menantang adrenalin mereka.
Bakat yang dimiliki anak-anak muda ini di bidang skateboard menarik perhatian Skip Engblom, seorang surfer flamboyan yang memiliki sebuah surf shop kecil bernama Zephyr. Dengan bakat yang dimiliki oleh anak-anak muda dogtown, Skip Engblom melihat peluang bisnis yang cukup besar dari olahraga skateboard. Untuk itu dia merekrut mereka dan membentuk Zephyr Skate Team yang kemudian dikenal dengan nama Zephyr Boys atau Z-Boys. Ternyata insting seorang Skip Engblom tidak meleset, Z-Boys tidak hanya meraih sukses dalam menjurai banyak Skate Competition tetapi mereka juga sukses membawa skateboard to the next higher level, di mana skate tidak lagi hanya sekedar hobi dan sebuah youth culture tapi berubah menjadi sebuah industri yang sangat komersil dan menghasilkan banyak profit.
Ada tiga orang skater yang cukup menonjol dari the Z-boys yang sangat berperan besar dalam perkembangan dunia skateboard, mereka adalah; Tony Alva, Stacy Peralta dan Jay Boy Adam. Ketika Z-boys dan skateboard telah membesarkan nama mereka, ketiga orang shabat ini mulai akrab dengan konflik, baik dari dalam maupun dari luar diri mereka. Klimaks dari rentetan konflik ini ditandai dengan keluarnya mereka bertiga dari the Z-Boys. Setelah itu mereka bertiga pun menjalani pilihan hidupnya masing-masing, di mana mereka mencapai banyak kemenangan dan mengalami beberapa kekalahan dari pilihan yang mereka buat di dalam kehidupan mereka. Berikut fakta dari mereka bertiga;

Tony Alva; seorang anak imigran meksiko yang kemudian dikenal sebagai juara dunia skateboard pertama dan pemilik ‘Alva’ skate. Dia dikenal sebagai seorang pemuda yang berambisi untuk menaikan status sosial nya dengan menjadi seorang skate champion superstar. Tetapi ketika dia mencapai apa yang dia cita-citakan, ambisi di dalam dirinya terlalu besar dan melebihi dirinya sendiri. Sehingga membuatnya lupa diri, arogan dan melupakan teman yang merupakan sebuah kekalahan dari kemenangannya.

Stacy Peralta; sekarang dikenal sebagai seorang movie director dan pemilik ‘Powel Peralta’ serta ‘Bones Brigade’ ( dimana Tony Hawk muda tergabung dalam skate team nya). Stacy muda dikenal sebagai seorang remaja konvensional yang sangat concern dengan masa depannya khususnya di sisi mataerial serta financial dan selalu ingin menunjukan kemampuannya dalam prestasi di dunia skateboard. Walau akhirnya dia suskses memenangkan apa yang dia cita-citakan namun di lain sisi dia harus mengalah dengan kehilangan teman dan banyak waktu berharga di kehidupannya.

Jay Boy Adams; Selalu dikenang sebagai salah satu skater yang terlahir dengan bakat yang luar biasa. Hingga kini Jay boy masih menghabiskan sisa hidupnya dengan bermain skateboard dan berselancar. Berbeda dengan dua sahabatnya Jay Boy adalah seorang pemuda yang memiliki idealisme tinggi. Terlahir dari keluarga broken home dan hidup dalam kekurangan secra finansial dengan ibunya yang berperan sebagai single parents. Jay Boy memilih untuk tidak berada di jalur main stream. Bagi Jay Boy skateboard adalah hidup, tempat dimana dia berekspresi dengan apa yang diinginkannya. Dia dikenal sebagai skater yg out of rule di setiap skate competition karena dia selalu menampilkan trick yang baru yang belum pernah dilihat orang. Dia tidak pernah mau menjual kemampuan serta apa yang dimiliki nya pada sesuatu yang bersifat artificial, yang dia inginkan hanya menjadi dirinya sendiri dan bisa membayar sewa rumah ibunya. Walaupun Jay boy dapat survive untuk menjadi dirinya sendiridan tidak mengalah pada kelamnya dunia yang telah jadi industri namun dia harus menemukan dirinya dikalahkan oleh kebebasan yang dipuja nya. Jay Boy Adam harus tertangkap Polisi karena ketergantungannya akan obat-obatan terlarang.
Ketiga pioneer skate revolution diatas masing-masing memiliki ekspektasi akan kehidupan pribadinya. Dan dari setiap pilihan yang diambil mereka bertiga masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan, di satu sisi memberikan mereka kemenangan dalam kehidupanny tapi di sisi lain juga memberikan sebuah kekalahan. Itu lah kehidupan yang akan selalu menempatkan kita pada dua sisi yang berbeda disinilah kita sebagai manusia harus benar-benar mengenali setiap pilihanyang kita ambil dalam hidup. Hingga ketika kita dihadahpkan pada dua sisi yang berlawanan hasil dari pilihan yang kita buat kita bisa memposisikan diri kita secara seimbang serta siap menghadapi segala kemungkinan yang ditimbulkannya. Itulah sekilas pelajaran yang bisa kita ambil dari perjalanan tiga orang Z-Boys yang pada awalnya hanya sekelompok anak pinggiran yang memiliki kemampuan dan berbuat sesuatu dengan kemampuannya itu hingga membuat mereka menjadi seorang legenda, Mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi sedikit masukan bagi kalian ketika menentukan pilihan dalam menjalani kehidupan. Remember Just be yourself, love your life, do something, blame no one and expect nothing!!! Have a nice day n lets go skateboarding!!!
(RULLY’GI’09)















































