"Mungkin Hidup ini Singkat tapi Tulisan serta Karyaku akan Bercerita Panjang Menembus Putaran Jaman Tentang siapa aku sebenarnya.... " (AnjinkMalam58)

Senin, 04 Januari 2010

Not A Bird in The Cage


Ada sebuah kisah tentang seorang pria yang sangat cinta dan gemar memelihara burung. Suatu hari dia membeli seekor burung untuk dijadikan peliharaan barunya. Dia terlihat begitu menyayangi dan mengasihi burung piaraan barunya ini. Rasa sayang dan cintanya diwujudkan dengan membeli sebuah sangkar/ kandang burung yang cukup mahal dan bagus. Setiap hari burung piaraannya ini tak pernah luput sekalipun dari perhatiannya, dimulai dari dimandikan kemudian melatih burung itu untuk berkicau dan menuruti dia sampai memberi burung itu makan dan minum didalam sangkar bagusnya. Dengan memeperlakukan nya seperti itu dia yakin burung piaraannya itu akan selalu menurutinya dan patuh padanya karena dia merasa telah memberikan perhatian yang lebih dan memberikan semua yang diperlukan burung tersebut. Tapi suatu hari setelah memberi makan dan minum burung piaraannya seperti biasa, dia lupa untuk menutup kembali pintu sangkar burung piaraannya dan sesaat setalah itu sang burung pun lepas dan terbang jauh entah kemana... sang pemilik pun terkejut keheranan, mengapa burung yang setiap hari dia sayangi dan awasi secara penuh dengan memenuhi segala kebutuhannya tersebut malah pergi meninggalkan nya sesaat ketika burung itu mempunyai kesempatan untuk keluar dari sangkar mewahnya....

Cerita diatas memberikan kita satu pelajaran dimana apa yang dilakukan oleh pria pemelihara burung tadi kepada peliharaannya dengan menempatkan peliharaannya itu dalam sebuah sangkar/kandang, adalah gambaran dari bentuk persepsi manusia yang salah akan perwujudan cinta dan kasih sayang. Terkadang kita sebagai manusia ketika menyayangi serta mencintai seseorang ataupun mahluk hidup lain selalu merasa memiliki sepenuhnya. Kita lupa kalo yang kita cintai dan sayangi itu bukan lah sebuah barang yang dapat kita miliki sepenuhnya dan kita perlakukan sesuka hati kita. Apa yang kita cintai itu adalah mahluk hidup yang memiliki kehidupannya secara pribadi yang butuh dipahami supaya dia tidak akan menjadi asing dengan kehidupannya sendiri. Kita ambil contoh kalo emang pria tadi benar-benar mencintai dan menyayangi burung, kenapa dia tidak menanam sebuah pohon di pekarangan rumahnya dimana rindangnya batang pohon dan dedaunan akan mengundang banyak burung untuk singgah mungkin bukan hanya singgah tapi menjadikannya tempat untuk tinggal. Dan kalo pun dia ingin memberi burung burung itu makan dia bisa melakukannya tanpa harus mengasingkan burung-burung tersebut dari habitat hidup aslinya dengan menempatkannya dalam sebuah kandang yang membatasi gerak dan hidupnya sebagai burung. Dalam keseharian kita pun sering menemukan atau bahkan mengalami nasib seperti apa yang dialami burung peliharaan didalam sangkar tadi. Karena rasa cinta dan kasih sayang yang berlebihan, seringkali orang tua atau pacar kita terlalu over protected sehingga membatasi ruang gerak hidup kita, menentukan apa dan bagaimana hidup kita tanpa pernah mau tahu dan memahami apa yang ada dalam diri ini. Bila kita ingin mendapatkan cinta dan memeliharanya hidup disekeliling kita mengapa harus menggunakan ketakutan untuk mendapatkannya?? Kenapa tidak menyediakan rumah bagi cinta itu dengan mengenali dan memahaminya hingga tercipta sebuah proses tumbuhnya cinta itu dengan sendirinya. Khususnya bagi orang tua rasa sayang dan cinta mereka akan anak-anaknya seringkali terjebak dalam ketakutan dengan kelamnya realita sekarang tapi realita adalah realita sebuah kenyataan yang tidak bisa tidak harus kita jalani dan hadapi. Untuk itu kenapa tidak memahami kelamnya kenyataan yang ada dengan mulai memahami dan mengenali siapa anak-anak anda sebenarnya?? Biarkanlah impian tumbuh di kehidupan anak-anak anda sesuai dengan yang dia inginkan dan harapkan supaya dia dapat mempertanggungjawabkan dengan sendirinya. Rasa tanggung jawab yang tumbuh ini akan membentuk sebuah prinsip hidup yang dapat menjadi perisai dia dalam membentengi diri disaat melewati realita realita keji di proses pendewasaan hidup nya!!! Tapi melihat yang terjadi dipermukaan sekarang; banyak anak-anak menjalani hidup dengan cita-cita dan harapan yang dititipkan orang tua kepada mereka, bukan murni menjalani cita-cita dan harapan yang mereka miliki secara pribadi. Hal ini yang membuat si anak terasing dari dirinya sendiri dan dunianya!! Dimana ada kesempatan maka dia kan terbang lepas layaknya burung dalam sangkar tadi yang terbang lepas mencari kebebasan diluar sana dan ketika kebebasan yang dijumpainya begitu majemuk dan absurd maka dia pun terombang ambing di kelamnya realita sekarang...
Meminjam judul lagunya BCL dan EDANE saya ingin bertanya pada setiap orang tua; “emang benar kalian PERNAH MUDA tapi apakah KAU PIKIR KAULAH SEGALANYA???”
Just think about it!!!

(GI'JAN'10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar