Minggu, 01 November 2009
citra
Citra merupakan sesuatu yang selama ini mungkin oleh sebagian orang selalu ingin dibentuk, dipertahankan dan dilindungi agar tdk tercoreng oleh sebuah kesalahan yg sengaja ataupun tidak sengaja dilakukan. Karena hal tesebut merupakan bagian terluar yg paling populer dan mudah untuk dijadikan penghakiman serta penilaian bagi seseorang didalam kehidupan sosial masyarakat.
Memang sangat mudah untuk menilai ataupun mempercayai sesuatu itu hanya dari penampilan terluar yg kita pandang saja tanpa harus susah payah untuk coba memahami , mengerti dan menghargai apa yang sebenarnya kita bisa dapatkan ketika kita lebih melihat kedalam.
Sesuatu yang mudah, sederhana dan instant memang selalu menawarkan dan menjanjikan sesuatu yang indah untuk kita nikmati dalam waktu yg mudah pula untuk kita lupakan tentunya. Sesuatu yg instant tidak akan pernah kita hargai begitu tinggi untuk kita pertahankan karena untuk mendapatkannya pun mudah, untuk apa mempertahankan sesuatu yang mudah kita dapatkan karena apabila hilang pun akan mudah kita dapatkan kembali penggantinya, bukan begitu kawan?. Disinilah pride and dignity hanya menjadi sebuah slogan kosong yang diteriakan secara lantang oleh prejudice atas kesucian nama sebuah hipokret.
Mari kita lihat dikehidupan nyata bagaimanna orang-orang begitu tergila-gila oleh keindahan dan kecantikan hedonis yg membuai mereka dalam perilaku konsumtif yg menuntut para pengikut dan pemujanya berlomba-lomba menjadi selfis, narsis dan materialis untuk menaikan kedudukan sosialnya di masyarakat, memiliki tubuh yg langsing serta kulit yg putih bersih untuk terlihat cantik dan tampan agar di kagumi banyak orang, memakai barang-barang branded, mahal dan up to date agar mendapatkan pengakuan dalam pergaulan. Semua hal tersebut wajib dan harus dilakukan karena merupakan ukuran kebahagian dan kesempurnaan hidup tunggal bagi orang-orang yg hanya memuja dirinya sendiri dan mendewakan materi dimana penampilan terluar setiap orang lebih dihargai dan diakui daripada pemikirannya.
Dalam konteks yang lebih besar kita bisa lihat bagaimana sekarang hampir semua daerah di negara ini berusaha mempercantik dan memperindah diri demi sebuah supremasi tertinggi dari penilaian serta pengakuan akan keindahan dan kebersihan suatu daerah. Cukup bagus memang karena lingkungan di setiap daerah tersebut menjadi nyaman untuk ditempati dan sehat untuk ditinggali. Tetapi apakah sesuatu itu untuk dihargai, diperhatikan dan dipikirkan harus memiliki reward atau timbal balik terlebih dahulu sehingga segala cara yg dlakukan pun bersifat instant serta tidak berkelanjutan yang pada akhirnya hanya menghasilkan penghargaan yang bersifat simbolis bukan penghargaan dalam bentuk sikap, kesadaran dan kepedulian yang merupakan hasil dari sebuah pemikiran.
Apakah kebahagian dan kesempurnaan hidup seseorang itu hanya terbatas pada keberadaan materi, ketampanan wajah dan fisik yang menarik serta kedudukan sosialnya di masyarakatnya saja? Apakah sudah sepantasnya kehidupan seseorang itu dilihat, dinilai dan dihargai hanya dgn semua hal tersebut?sehingga sekarang sebagian besar orang lebih mementingkan image terluar dari kehidupan mereka saja tanpa pernah mempergunakan akal serta pikiran mereka untuk memahami hidup serta eksistensinya secara keseluruhan dan tidak mau lagi membukakan hati mereka untuk saling berbagi?
Apakah lingkungan yang bersih sehat dan indah itu hanya kita bisa dapatkan ketika kita menginginkan penghargaan saja?Sehingga kebersihan dan keindahan itu hanya dijadikan slogan dan sarana untuk mendapatkan kebanggaan, penghargaan serta pujian semu yg bersifat sementara bukan buah pemikiran yang harus ditanamkan dan dihargai dalam bentuk kesadaran sikap yang membuatnya berkelanjutan?
citra itu akan terbentuk dan tercipta dengan sendirinya sejalan dengan ketika kita menjalani semua hal didalam kehidupan ini, sebagaimana halnya sebuah kebenaran yang selalu ada di kehidupan ini dan hanya perlu untuk kita cari dan pertanyakan. Karena sesuatu yang kita buat dan ciptakan hanyalah merupakan sebuah kebohongan dan kepalsuan.
Sulit bagi kita untuk melakukan justifikasi dalam hidup ini karena hidup itu sendiri dipenuhi berbagimacam kemungkinan yang menghadapkan kita pada banyak pilihan sehingga kita tidak bisa melihatnya hanya dari satu sisi saja. Karena begitu Abu-abu nya kehidupan ini mendorong kita untuk lbh memahami dan menjalaninya daripada menghakimi dan memperbandingkannya. Kebahagian dalam hidup akan kita rasakan ketika apa yang kita pikirkan sesuai dengan apa yang kita kerjakan.
Saya hanya berpendapat dan mengungkapkan apa yang saya rasakan dan ingin pertanyakan. jadi selanjutnya terserah anda!!!!!!!!!!!
(GI'mei'08)
Memang sangat mudah untuk menilai ataupun mempercayai sesuatu itu hanya dari penampilan terluar yg kita pandang saja tanpa harus susah payah untuk coba memahami , mengerti dan menghargai apa yang sebenarnya kita bisa dapatkan ketika kita lebih melihat kedalam.
Sesuatu yang mudah, sederhana dan instant memang selalu menawarkan dan menjanjikan sesuatu yang indah untuk kita nikmati dalam waktu yg mudah pula untuk kita lupakan tentunya. Sesuatu yg instant tidak akan pernah kita hargai begitu tinggi untuk kita pertahankan karena untuk mendapatkannya pun mudah, untuk apa mempertahankan sesuatu yang mudah kita dapatkan karena apabila hilang pun akan mudah kita dapatkan kembali penggantinya, bukan begitu kawan?. Disinilah pride and dignity hanya menjadi sebuah slogan kosong yang diteriakan secara lantang oleh prejudice atas kesucian nama sebuah hipokret.
Mari kita lihat dikehidupan nyata bagaimanna orang-orang begitu tergila-gila oleh keindahan dan kecantikan hedonis yg membuai mereka dalam perilaku konsumtif yg menuntut para pengikut dan pemujanya berlomba-lomba menjadi selfis, narsis dan materialis untuk menaikan kedudukan sosialnya di masyarakat, memiliki tubuh yg langsing serta kulit yg putih bersih untuk terlihat cantik dan tampan agar di kagumi banyak orang, memakai barang-barang branded, mahal dan up to date agar mendapatkan pengakuan dalam pergaulan. Semua hal tersebut wajib dan harus dilakukan karena merupakan ukuran kebahagian dan kesempurnaan hidup tunggal bagi orang-orang yg hanya memuja dirinya sendiri dan mendewakan materi dimana penampilan terluar setiap orang lebih dihargai dan diakui daripada pemikirannya.
Dalam konteks yang lebih besar kita bisa lihat bagaimana sekarang hampir semua daerah di negara ini berusaha mempercantik dan memperindah diri demi sebuah supremasi tertinggi dari penilaian serta pengakuan akan keindahan dan kebersihan suatu daerah. Cukup bagus memang karena lingkungan di setiap daerah tersebut menjadi nyaman untuk ditempati dan sehat untuk ditinggali. Tetapi apakah sesuatu itu untuk dihargai, diperhatikan dan dipikirkan harus memiliki reward atau timbal balik terlebih dahulu sehingga segala cara yg dlakukan pun bersifat instant serta tidak berkelanjutan yang pada akhirnya hanya menghasilkan penghargaan yang bersifat simbolis bukan penghargaan dalam bentuk sikap, kesadaran dan kepedulian yang merupakan hasil dari sebuah pemikiran.
Apakah kebahagian dan kesempurnaan hidup seseorang itu hanya terbatas pada keberadaan materi, ketampanan wajah dan fisik yang menarik serta kedudukan sosialnya di masyarakatnya saja? Apakah sudah sepantasnya kehidupan seseorang itu dilihat, dinilai dan dihargai hanya dgn semua hal tersebut?sehingga sekarang sebagian besar orang lebih mementingkan image terluar dari kehidupan mereka saja tanpa pernah mempergunakan akal serta pikiran mereka untuk memahami hidup serta eksistensinya secara keseluruhan dan tidak mau lagi membukakan hati mereka untuk saling berbagi?
Apakah lingkungan yang bersih sehat dan indah itu hanya kita bisa dapatkan ketika kita menginginkan penghargaan saja?Sehingga kebersihan dan keindahan itu hanya dijadikan slogan dan sarana untuk mendapatkan kebanggaan, penghargaan serta pujian semu yg bersifat sementara bukan buah pemikiran yang harus ditanamkan dan dihargai dalam bentuk kesadaran sikap yang membuatnya berkelanjutan?
citra itu akan terbentuk dan tercipta dengan sendirinya sejalan dengan ketika kita menjalani semua hal didalam kehidupan ini, sebagaimana halnya sebuah kebenaran yang selalu ada di kehidupan ini dan hanya perlu untuk kita cari dan pertanyakan. Karena sesuatu yang kita buat dan ciptakan hanyalah merupakan sebuah kebohongan dan kepalsuan.
Sulit bagi kita untuk melakukan justifikasi dalam hidup ini karena hidup itu sendiri dipenuhi berbagimacam kemungkinan yang menghadapkan kita pada banyak pilihan sehingga kita tidak bisa melihatnya hanya dari satu sisi saja. Karena begitu Abu-abu nya kehidupan ini mendorong kita untuk lbh memahami dan menjalaninya daripada menghakimi dan memperbandingkannya. Kebahagian dalam hidup akan kita rasakan ketika apa yang kita pikirkan sesuai dengan apa yang kita kerjakan.
Saya hanya berpendapat dan mengungkapkan apa yang saya rasakan dan ingin pertanyakan. jadi selanjutnya terserah anda!!!!!!!!!!!
(GI'mei'08)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar